Generated image

Krisis Global 2009 Makin Memburuk, Injeksi Dana (Bailout) Tak Menolong

WASHINGTON, (KOMPAS, 20/12/2008)- Ekonomi Global mengalami kontraksi 0,4 persen pada tahun 2009 dengan pola resesi yang lebih sinkron sepanjang sejarah. Resesi terburuk sejak 1960-an tak terhindarkan. Pemerintah dan otoritas moneter mencoba mencegahnya, tetapi kerusakan serius terlanjur terjadi. Demikian diutarakan The Institute of International Finance (IFF) yang berbasis di Washington, Kamis (18/12). IFF beranggotakan 375 lembaga keuangan dunia. Direktur Pelaksana IFF Charles Dallara menyebutnya sebagai resesi terburuk dunia. Kontraksi ditandai dengan resesi sinkron di sjumlah negara. Resesi merujuk pada pertumbuhan yang menurun setidaknya selama dua kuartal berturut-turut. meski derajat penurunan berbeda-beda, ada satu hal yang terjadi jelas atau terjadi sinkron, yakni semua perekonomian dunia mengalami penurunan. Sejak resesi 1960-an, resesi di satu kawasan biasanya teratasi dengan pertumbuhan dikawasan lain. Hal ini tidak terjadi. Semua ekonomi dunia serentak ambruk. Resesi tidak dimulai dengan penurunan permintaan swasta atau pemerintah, tidak diawali dengan penurunan pasokan barang. Resesi dimulai dengan kredit macet massal dan global. Kerusakan serius sistem keuangan dan perbankan terlanjur terjadi. Studi empiris menunjukan resesi karena kekacauan sektor keuangan lebih besar potensinya menjungkalkan perekonimian. Kekacauan lembaga keuangan tidak saja membuat aliran kredit seret. Kekacauan ini memacetkan pinjaman antar bank, memacetkan pinjaman untuk konsumen lewat penggunaan kartu kredit. Kekacauan ini mengganggu kelancaran transaksi perdagangan, baik secara nasional maupun global. Episentrum kekacauan sektor keuangan ini terjadi di AS, mesin ekonomi dunia. Macetnya transaksi keuangan makin merosotkan aktivitas ekonomi. (REUTERS/AP/AFP/MON)

Maukerja sampingan di rumah? Gaji Pokok 2juta / bln, ada BONUS!

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini