Generated image

Rencana Teroris : Ledakan 1808 dulu, kemudian Lobi JW


Hari ini saya baca koran Kompas, ternyata pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott pada hari Jumat (17/7) pagi diduga berencana meledakkan bom yang terdapat di Kamar 1808 terlebih dahulu, sebelum akhirnya mengaktifkan bom yang dibawanya ke JW Lounge.Hal ini disampaikan oleh pakar terorisme, Wawan Purwanto, yang juga pendiri Lembaga Pengembangan Kemandirian Nasional, kepada Kompas.com, Selasa (21/7) sore di Jakarta.
Sebelumnya, polisi memang menemukan bom aktif di kamar yang ditinggali pelaku bom bunuh diri itu sejak tanggal 15 Juli tersebut. "Skenario pelaku, setelah bom di lantai 18 meledak, tamu hotel langsung panik dan berhamburan menuju lobi. Jadi, pada saat lobi telah disesaki tamu, baru bom yang dibawanya juga diledakkan. Dengan demikian, jumlah korban yang jatuh menjadi banyak," ujar Wawan. Kendati bukan pernyataan resmi Markas Besar Polri, beberapa perwira kepolisian juga sempat mengutarakan skenario senada. Ledakan bom berskala rendah tersebut akhirnya meledak dan menewaskan enam orang. Lima di antaranya tewas di tempat. Lantas mengapa bom di Kamar 1808 tersebut tidak jadi meledak? "Saya duga pelaku tidak melakukan koordinasi dengan orang yang memegang remote di luar. Pelaku terlihat buru-buru, mungkin takut keburu dicurigai karena membawa tas besar ke dalam restoran," tambah Wawan. Berdasarkan keterangan para saksi, pelaku bom bunuh diri tersebut sempat menggunakan telepon genggamnya sebelum meledakkan diri.


Maukerja sampingan di rumah? Gaji Pokok 2juta / bln, ada BONUS!

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini