Generated image

Jangan Remehkan El Nino

ADA ancaman yang sama gawatnya dengan terorisme, yakni kekeringan atau kemarau panjang yang disebut el nino. Ancaman itu bisa membawa banyak korban sehingga membutuhkan antisipasi yang tepat. Misalnya, terkait dengan el nino, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu pernah mengungkapkan, Departemen Perdagangan menegaskan akan lebih terfokus pada masalah pengawasan komoditas beras dan gula (JPNN, 23 Juli 2009).

Sayang, sebagaimana kita tak tahu banyak tentang terorisme, demikian pula el nino. Makna harfiah el niƱo (bahasa Spanyol; baca: el ninyo) adalah anak laki-laki. Makna el nino secara luas dipahami sebagai kondisi iklim yang tidak normal terkait dengan naiknya suhu permukaan Lautan Pasifik di barat Amerika Latin. Suhu air laut jadi lebih hangat. Padahal, biasanya dingin. Kondisi itu memicu kekeringan yang lama. Lalu, oleh para nelayan Ekuador atau Peru, el nino dipakai untuk menamakan arus laut hangat pada Desember.

Di kemudian hari, para ahli juga menemukan, selain el nino atau fenomena menghangatnya suhu permukaan laut, terjadi pula fenomena sebaliknya, yaitu mendinginnya suhu permukaan laut akibat menguatnya arus naik permukaan yang membawa banyak nutrien dari dasar laut, yang disebut la nina (baca: la ninya, juga bahasa Spanyol, yang berarti anak perempuan).

Fenomena el nino semakin sering muncul, yaitu setiap tiga hingga tujuh tahun serta dapat memengaruhi iklim dunia selama lebih dari satu tahun. Hasil kajian sejak 1900 sampai 1998 menunjukkan bahwa el nino telah terjadi sebanyak 23 kali (rata-rata empat tahun sekali). El nino ditandai dengan kemarau panjang. Negara-negara tropis seperti Indonesia rentan terancam el nino.

Prediksi dan Pengalaman 1998

Menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, musim kemarau tahun ini bisa berlangsung hingga Januari 2010. Memang, hingga September 2009, dampak el nino di Indonesia diprediksi masih lemah. Tapi, mulai akhir tahun baru akan terasa pengaruhnya.

Sedangkan International Research Institute for Climate and Society (IRI) di Columbia University, New York, meramalkan, peluang kekeringan selama dua bulan ke depan mencapai 82 persen. Untuk kawasan Indonesia dan sekitarnya, peluang tersebut masih tinggi, berkisar 80 persen sampai Februari, Maret, dan April 2010. Musim hujan atau basah baru diramalkan berlangsung pada Maret, April, dan Mei 2010.

Terkait dengan el nino, negeri kita juga pernah merasakan dampaknya pada 1998. Produksi pangan merosot karena gagal panen. Bayangkan, impor beras kita pada 1998 menorehkan rekor sejak negeri ini berdiri, yakni 5,8 juta ton. Indonesia yang swasembada berasnya dipuji dalam KTT di Roma pada 1985, bahkan Presiden Soeharto mendapatkan penghargaan dari FAO, harus impor beras sebanyak itu akibat el nino.

Pada 21 Mei 1998, Soeharto lengser. Meskipun krisis moneter disebut sebagai pemicu lengsernya Soeharto, sesungguhnya faktor panganlah yang memicu. FAO memprediksi, ke depan konflik antarbangsa lebih didominasi persoalan pangan.

Tidak heran, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah rapat koordinasi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis petang, 16 Juli 2009, sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi el nino. Di antaranya, menaikkan produksi padi. Bila musim kemarau berlanjut, ada percepatan masa tanam. Akan dikembangkan varietas padi yang bisa tumbuh dengan kondisi air kurang. Lahan basah atau rawa yang airnya susut bakal difungsikan menjadi sawah. Terakhir, memastikan gudang atau lumbung beras terjaga (Antara News, 16 Juli 2009).

Orang Miskin Makan Apa?

Tentu saja langkah-langkah itu perlu segera diterjemahkan dalam kenyataan agar tidak berhenti pada rencana. Saat ini cadangan beras pemerintah 526.000 ton, padahal seharusnya bisa 1 juta ton. Volume beras yang dikelola bulog masih 2,1 juta ton saat ini, padahal seharusnya bisa sampai 2,5 juta-3 juta ton. Jadi, situasinya masih benar-benar belum aman. Apalagi, bukan rahasia lagi bahwa ketahanan atau kedaulatan pangan kita dikenal "payah", kalau tak mau disebut rapuh.

Memang, sebagian warga yang kaya tidak bermasalah dengan ketersediaan pangan. Pada musim hujan atau kemarau, mereka tidak akan pernah bingung mau makan apa. Orang kaya justru bingung mau makan di mana. Beda dengan 20,1 juta petani miskin dan keluarganya di negeri ini. Jumlah stok pangan yang ada apakah juga diproyeksikan untuk mereka? Jangan-jangan petani miskin tersebut bakal makan tiwul atau nasi aking lagi. Bisa dipastikan musim kemarau panjang akibat el nino dapat menambah penderitaan mereka.

Yang diuraikan sebelumnya hanyalah sedikit di antara dampak el nino. Masih ada dampak lain, seperti kebakaran hutan, kabut asap, dan krisis air. Belum lagi kalau el nino dikaitkan dengan pemanasan global.

Bila pemerintah memang sudah menyiapkan antisipasi yang tepat terkait dengan el nino, jelas dampak yang menakutkan itu setidaknya bisa diminimalkan. Dengan demikian, tidak perlu harus membebani atau menimbulkan kesengsaraan baru bagi rakyat, khususnya kaum lemah yang hidupnya sehari-hari saja sudah penuh dengan masalah, meski tidak ada el nino.

Namun, kalau antisipasi yang dijalankan tidak tepat, korban yang jatuh bisa lebih banyak daripada korban terorisme. Jadi, jangan remehkan el nino! (*)

*) Goei Tiong Ann Jr, rohaniwan dan aktivis lingkungan, tinggal di Roma.
Please take the time to visit the sponsor below sengihnampakgigi
You view the sites of our advertisers and you earn money!
* Start Today and get paid in as little as 7 days
* It's Easy! No selling, no phone calls, no hassles just read & click!
* Work from home, as much or as little as you want

* But You Must Hurry! Positions are going fast

Berita Terkait

Indramayu Tenggelam Tidak Lama Lagi
Daftar Nama-nama Orang Yang Aneh (part 1)
Sebuah Asteroid Nyaris Tabrak Bumi
5 Sumur Zaman Majapahit Ditemukan
Hitler Ternyata Seorang Yahudi
Kenapa Noordin M Top Sulit Ditangkap
Manusia Bisa Melayang
Pemuda Ini Bisa Terbang Dan Berteman Kuntilanak
Ikan air Tawar Beratnya 1 Ton!
Tengkorak Vampir Akhirnya Ditemukan
Ikan Gurame Berwajah Manusia
Karpet Nabi Muhammad Terjual 825 M
Lubang Neraka Berada di Swiss
Mata Tuhan Memandangi Dunia Dari 700 Tahun cahaya






Maukerja sampingan di rumah? Gaji Pokok 2juta / bln, ada BONUS!

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini