Generated image

Mega & JK Yakin Bisa Lolos Putaran Kedua


Pasangan Megawati/Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla/Wiranto, sama-sama menyatakan lolos putaran dua pilpres mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono/Boediono. Hal tersebut terungkap dalam sidang perdana perselisihan hasil pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa.

Tim kuasa hukum Megawati/Prabowo, Arteri Dahlan, meminta MK mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya. Menyatakan membatalkan penetapan termohon, KPU sebagaimana ternyata dalam Surat Keputusan (SK) KPU Nomor 365/Kpts/KPU/2009 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara dan Pengumuman Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Menetapkan perolehan suara secara nasiobal yang benar, untuk Megawati/Prabowo 32,548 juta, Susilo Bambang Yudhoyono/Boediono 45,215 juta, dan Jusuf Kalla/Wiranto 15.081 juta.
"Bahwa berdasarkan penghitungan suara yang benar, seharusnya pasangan calon SBY/Boediono dan Megawati/Prabowo Subianto, ditetapkan menjadi pasangan calon dalam putaran kedua pilpres," kata tim kuasa hukumnya, Arteria Dahlan.

Sementara itu, tim JK/Win meminta MK mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya. Menyatakan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan pengumuman hasil pilpres yang benar, yakni, pasangan SBY/Boediono dengan 48.571.408 suara atau 40,36 persen dari suara nasional.

Pasangan Jusuf Kalla/Wiranto 39.231.814 suara atau 32,59 persen dari suara nasional, dan pasangan Megawati Soekarnoputri/Prabowo Subianto 32.548.105 suara atau 27,04 persen dari suara nasional. "Menyatakan pilpres 2009-2014, dilaksanakan dua putaran dengan peserta, pasangan SBY/Boediono dan Jusuf Kalla/Wiranto," kata tim kuasa hukum JK Win, Chairuman Harahap.

Sebelumnya, Calon Presiden (Carpres), Megawati Soekarnoputri, meminta Mahkamah Konstitusi (MK) dapat bersikap adil dan bijaksana dalam menangani perkara sengketa pemilihan presiden (Pilpres). "Agar MK dapat menggunakan adil dan bijaksana dalam menyelesaikan pilpres," katanya dalam sidang perselisihan hasil Pilpres, di Gedung MK, Jakarta, Selasa.

Dengan menahan isak tangis, Megawati menambahkan terutama berkaitan dengan daftar pemilih tetap (DPT) dan pengurangan 69.918 tempat pemungutan suara (TPS). "Kecurangan penyelenggaraan pemilu di berbagai daerah secara masif, testruktur, dan tersistemik," katanya.

Maukerja sampingan di rumah? Gaji Pokok 2juta / bln, ada BONUS!

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini