Generated image

Heboh Gendam Tato Wajah Yang Menimpa Dua Warga Bojonegoro

Korban
Share
Peristiwa gendam merusak wajah kembali terjadi di Jawa Timur. Setelah heboh gendam tato wajah yang menimpa dua warga Bojonegoro dan dua guru di Probolinggo beberapa waktu lalu, gendam merusak wajah kembali memakan korban. Bahkan pelaku gendam kali ini lebih sadis dengan memerintahkan korbannya menguliti wajah.

Lima orang petugas pemadam kebakaran (PMK) Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Tuban rela menganiaya dirinya sendiri setelah mendapat telepon dari seseorang yang mengaku Heri Sisworo, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban. Mereka merusak wajahnya sendiri dengan parut (alat untuk menghaluskan buah kelapa), tembok cor, dan pohon siwalan hingga kulitnya mengelupas.

Kelima petugas PMK tersebut adalah Ahmad Soleh, Cokro, Joko Suparmo, Anang, dan Joko Sunarto. Dari kelima korban, yang mengalami luka paling parah adalah Ahmad Soleh, petugas PMK asal Kelurahan Kingking, Kecamatan Kota, Tuban yang telah merusak wajahnya dengan parut dan membentur-benturkan ke tembok cor. Mulai dari kedua pipi, kening, hidung, dan mulutnya terlihat mengelupas akibat peristiwa itu.

Ditemui di kantornya, Kamis (10/3/2011) siang, Soleh menceritakan bahwa peristiwa ini berawal saat dirinya menerima telepon dari nomor handphone (HP) 082141615XXX yang mengaku sebagai Heri Sisworo, Plt Sekda Tuban pada Minggu (6/3) malam.

Pelaku pertama-tama menelepon Kantor UPT PMK Dinas PU Tuban. Setelah diterima Soleh, pelaku meminta nomor HP-nya. “Katanya, saya harus menuruti semua perkataan dia. Kalau tidak, maka saya akan dimutasi ke Kenduruan (daerah pinggiran Tuban),” ujar Soleh.

Saat menerima telepon itu, dia dan rekannya sedang berada di kantor. Namun, oleh penelepon diminta pergi ke Desa Nambangan, Kecamatan Semanding untuk melakukan ritual. Ia pun langsung meluncur ke desa tersebut menggunakan sepeda motor. Sampai di sana, masih melalui sambungan telepon, dia diminta untuk ikut melawan semua rival politik Fathul Huda (calon bupati yang menang dalam Pilkada Tuban 2011).

Dalam kesempatan yang sama, salah satu temannya yang juga petugas PMK bernama Cokro juga menerima perintah serupa. “Kemudian, dari telepon tersebut saya diminta menjadi kuda dan Cokro diminta menjadi penggembalanya. Tugasnya juga sama, yaitu diminta untuk ikut menghancurkan lawan Pak Huda dengan cara seperti ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, Cokro mengambil kayu dan cambuk untuk menghajar Soleh. Soleh juga terus bertingkah aneh dengan menyakiti dirinya sendiri. Seperti membentur-benturkan kepala ke tembok, membenturkan ke pohon siwalan, dan merusak wajahnya menggunakan parut hingga wajahnya seperti dikuliti. “Peristiwa itu terjadi sejak pukul 21.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB dinihari,” kisahnya.

Ia mengaku melakukan semua itu dalam keadaan tidak sadar. “Setelah sadar dan melihat kondisi wajah, saya langsung lemas. Saya sendiri heran, kenapa bisa dengan mudah menuruti semua yang diperintahkan oleh orang yang menelepon tersebut. Setelah sadar, beberapa kali saya menghubungi orang itu lagi tapi tidak diangkat,” ujarnya.

Senada diungkapkan Joko Sunarto, rekan sekantor Soleh. “Kalau saya, mendapat telepon pada Senin (7/3) siang. Awalnya, saya menerima SMS dari nomor itu (sama dengan nomor yang menelepon Soleh). Dia juga mengaku Plt Sekda dan meminta saya untuk menuruti semua permintaannya. Dua teman lainnya, yakni Joko Suparmo dan Anang yang sama-sama petugas PMK juga ditelepon,” ungkapnya.

Joko Sunarto dan Anang diminta menjadi kuda, sedangkan Joko Suparmo diminta menjadi penggembalanya. “Kami yang menjadi kuda juga dipukuli dan dicambuki olah teman yang menjadi penggembala,” ungkap Joko Sunarto didampingi sejumlah petugas PMK lainnya.

-Artikel Menarik Lainnya Yang Perlu Anda Baca--Silakan scroll link-nya dari atas ke bawah-

Maukerja sampingan di rumah? Gaji Pokok 2juta / bln, ada BONUS!

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini