Generated image

Putin: Barat Sulut Perang Salib di Libia


Share

MOSKOW: Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin pada Senin (21/3) mengutuk resolusi PBB, yang memungkinkan tindakan tentara di Libia sebagai "seruan perang salib pada abad pertengahan" dan mengecam Washington untuk kesiapannya memamerkan kekuatan.

Dalam satu dari pernyataan paling kerasnya terhadap Barat dalam beberapa tahun belakangan, orang secara nyata nomor satu di Rusia itu mengatakan tidak ada nalar atau nurani pada tindakan tentara tersebut. "Resolusi Dewan Keamanan itu, tentu saja, cacat dan tidak sah," kata kantor berita Rusia mengutip keterangan Putin kepada pekerja pada kunjungan ke salah satu pabrik peluru kendali di negara tersebut.

"Bagi saya, itu menyerupai seruan perang salib pada abad pertengahan ketika seseorang menarik orang lain untuk pergi ke tempat tertentu dan membebaskan yang lain," katanya.

Tanggapan Putin itu menandai pengerasan tajam pernyataan Moskow terhadap gerakan tentara Barat di Libia. Sebelumnya Rusia abstain dari resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada pekan lalu, dengan menolak menggunakan hak vetonya, sehingga resolusi itu berjalan sesuai dengan kehendak negara-negara Barat.

Putin juga mengecam kecenderungan berkelanjutan" campur tangan tentara Amerika Serikat di seluruh dunia, dengan menuduh

Washington bertindak tanpa nurani. "Saya prihatin tentang kemudahan itu, yang menghasilkan keputusan menggunakan kekerasan," kata Putin, mengacu pada gerakan antarbangsa saat ini di Libia.

Dengan mencatat bahwa Amerika Serikat telah melibatkan diri di bekas Yugoslavia, Afghanistan, dan Irak, Putin menambahkan, "Sekarang giliran Libia."

"Semua itu dengan kedok melindungi warga damai. Di mana nalarnya? Di mana nuraninya? Tidak salah satu di antara keduanya," kata Putin.

Putin juga mengatakan bahwa peristiwa di Libia menunjukkan bahwa Rusia mengambil keputusan tepat dalam memperkuat kemampuan tentaranya, dalam kemungkinan merujuk pada rencana besar persenjataan kembali senilai US$650 triliun (sekitar Rp5.200 biliun).

"Peristiwa saat ini di Libia membuktikan bahwa kita melakukan segalanya dengan benar dalam rangka memperkuat kemampuan tentara Rusia," katanya. (Ant/Reuters/OL-2)

-Artikel Menarik Lainnya Yang Perlu Anda Baca--Silakan scroll link-nya dari atas ke bawah-

Maukerja sampingan di rumah? Gaji Pokok 2juta / bln, ada BONUS!

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini