Generated image

Toyota dan Sony Hadapi Skenario Terburuk


Share

Jepang - Toyota Motor Corp dan Sony Corp menghadapi skenario terburuk karena kekurangan produksi dalam jangka panjang akibat tsunami dan gempa pada 11 Maret lalu.

"Saat ini situasi masih sulit," ujar Juru Bicara Sony yang berbasis di Jepang Chisato Kitsukawa.

Chisato menuturkan, perusahaan telah menutup delapan pabrik di Miyagi, Ibaraki, dan prefektur Fukushima. Pekerja tetap memeriksa peralatan dan fasilitas. Sementara itu, Toyota menuatakan akan menutup 21 auto dan komponen hingga 22 Maret. Demikian seperti dikutip dari bloomberg, Minggu (20/3).

Sony dan Toyota berupaya melanjutkan produksi karena kebutuhan untuk ratusan komponen yang berbeda untuk membuat tv dan mobil dari berbagai pemasok yang berbeda. Hal ini dikarenakan pemasok tersebut membutuhkan komponen itu. Jepang juga menghadapi kekurangan listrik karena pembangkit tenaga nuklir lumpuh oleh gempa tersebut. "Hal ini akan berlangsung beberapa minggu," ujar Head of The Automotive di firm AlixPartners LLP di Detroit.

Saham Sony dan Toyota turun sebesar 12% dalam perdagangan saham di Tokyo sejak 10 Maret. Sony menyatakan, kerusakan terparah di Tagajyo di Miyagi yang memproduksi bahan pelapis untuk pita magnetik, cakram blue rays, dan touch-panel mobile devices. Pemulihan dalam jangka pendek sangat sulit dilakukan. Analis IHS iSuppli Corp Jordan Selburn menuturkan, perusahaan elektronik dan pemasoknya mungkin memiliki minimal dua minggu persediaan di tangan. Perusahaan elektronik kekurangan komponen dasar dan pasokan listrik.

Selain itu, Toyota menutup pabrik mempengaruhi 95 ribu unit produksi di mana 60% untuk pengiriman ke pasar termasuk Amerika Serikat. Tingkat persediaan masih tetap normal di Amerika Serikat. Produsen mobil General Motors di Amerika Serikat akan menghentikan produksi mobil di pabrik yang berada di Spanyol dan Jerman minggu depan. Hal ini dikarenakan pengiriman bagian buatan Jepang temrasuk bahan kimia, plastik, baja dan logam lainnya dan komponen elektronik mungkin akan terganggu selama berminggu-minggu.

Nissan Motor Co telah menghentikan operasi di enam pabrik. Perusahaan ini memiliki lebih dari 1.500 kendaraan yang sedang dalam perjalanan dari Jepang ke Amerika Serikat. Operasi manufaktur Nissan di Amerika akan mengikuti jadwal produksi normal hingga 25 Maret. Honda Motor Co telah menutup enam pabrik termasuk tiga pabrik mobil dan satu pabrik perakitan sepeda motor yang akan ditutup hingga 23 Maret.

Sementara itu, Fujitsu Ltd telah menutup 10 pabrik dan belum tahu kapan akan kembali dibuka pabrik tersebut. Nikon Corp pun belum memutuskan kapan akan membuka kembali empat pabrik yang ditutup sejak Gempa. Sharp Corp dan Hitachi telah melakukan penghematan daya listrik.

-Artikel Menarik Lainnya Yang Perlu Anda Baca--Silakan scroll link-nya dari atas ke bawah-

Maukerja sampingan di rumah? Gaji Pokok 2juta / bln, ada BONUS!

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini