Generated image

Jasad Osama Diperlakukan Seperti Hitler


Pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) di Gedung Putih telah menyatakan bahwa jasap pemimpin Al Qaeda, Osama Bin Laden dilarung ke Laut Arab Utara dari kapal USS Carl Vinson.

Publik tak diberi kesempatan sedikitpun untuk melihat bukti otentik jasad tokoh yang dituduh menjadi dalang tragedi TWC tersebut. Pemerintah AS mengaku telah menangani jasad Osama sesuai dengan tata cara ajaran Islam.

Keputusan melarung ke laut pun diklaim sebagai bagian untuk menghormati ajaran Islam untuk menyegerakan pemakaman. Hingga puluhan tahun ke depan, dipastikan, teka-teki dimana jasad Osama Bin Laden akan menjadi tanda tanya besar sebagian masyarakat dunia yang tidak mau begitu saja percaya terhadap klaim Washington.

Sebagaimana kisah kematian pemimpin Jerman Nazi, Adolf Hitler pada akhir Perang Dunia II yang hingga kini tak diketahui dimana jasadnya. Meski pemerintah Uni Soviet telah membuktikan dengan foto tengkorak tempurung kepala Hitler, namun publik tidak begitu saja percaya.

Masyarakat dunia ketika itu menuntut Uni Soviet menunjukkan jasad Hitler sebagai bukti bahwa Sang Fuhrer benar-benar telah tewas. Hingga puluhan tahu kemudian barulah teka-teki ini sedikit mulai terkuak.

Jenderal Vasily Khristoforov, kepala urusan arsip Badan Keamanan Federal (FSB), penerus KGB di era Soviet, mengonfirmasi untuk pertama kali rangkaian kejadian yang berakhir pada pembuangan jasad Hitler, dan siapa yang memerintahkan operasi itu.

Hal itu diungkapkan Jenderal Khristoforov dalam wawancara dengan Interfax yang dipublikasikan Senin tanggal 7 Desember 2009 dan dikutip CNN. Dia mengatakan bahwa dokumen-dokumen rahasia menunjukkan Kepala KGB Yuri Andropov, yang mendapat persetujuan dari Partai Komunis Soviet, memerintahkan operasi rahasia untuk menghancurkan mayat Hitler, istrinya Eva Braun, kepala propaganda Jerman Joseph Goebbels, serta seluruh keluarga Goebbels.

Khristoforov mengatakan, berdasarkan dokumen-dokumen itu, keputusan Andropov untuk menghancurkan jasad pemimpin Nazi dan anggota keluarganya dimotivasi oleh ketakutan KGB dan pemimpin Partai Komunis Soviet bahwa tempat pemakaman Hitler akan menjadi tempat pemujaan para pendukung paham fasis.

Operasi yang diberi nama kode "The Archives," dilakukan oleh kelompok agen khusus KGB di Magdeburg, Jerman Timur, di mana tubuh-tubuh itu secara rahasia dikubur pada 21 Februari 1946, di wilayah fasilitas militer Soviet.

Mantan anggota intelijen Uni Soviet, KGB, Vladimir Gumenyuk menceritakan proses penggalian dan pembakaran mayat Hitler. Vladimir adalah satu-satunya anggota tim KGB yang ditugasi mengkremasi jasad Hitler.

Diceritakannya, pada 1970, 25 tahun setelah kematian Hitler, dia diperintahkan untuk menggali makam Hitler yang dikuburkan bersama kekasihnya, Eva Braun.

"Kami diperintahkan membakar sisa-sisa jasad Hitler dan pengikutnya, lalu membuang abunya," kata Vladimir Gumenyuk, seperti dimuat laman One India, Selasa 4 Mei 2010. Diceritakan dia, Kuburan Hitler yang digali terletak di dekat Magdeburg, di wilayah bekas Jerman Timur.

Tim KGB membakar tulang-tulang Hitler lalu membawanya ke puncak tebing sebuah aliran sungai kecil tak bernama. Mereka lalu menebar abu Hitler di sana. Abu menghilang ditelan air, sebagian lainnya diterbangkan oleh angin.

Vladimir menceritakan, anggota KGB yang ditugasi menggali makam Hitler menyaru sebagai nelayan, agar tidak menarik perhatian masyarakat. Proses pelarungan abu Hitler hanya makan waktu 20 detik. [wikipedia/mah]

-Artikel Menarik Lainnya Yang Perlu Anda Baca--Silakan scroll link-nya dari atas ke bawah-

Maukerja sampingan di rumah? Gaji Pokok 2juta / bln, ada BONUS!

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini